Anak-anak SD ini jadi juara di kancah internasional

EQUITYWORLD FUTURES – Ada kabar menggembirakan dari dunia pendidikan. Kemarin Pikatan Arya Bramajati (11), seorang siswa SD Sokanegara 2 Purwokerto, Jawa Tengah, berhasil meraih emas dalam ajang Wizards at Mathematics International Competition (WIZMIC) 2014 di Lucknow India.

Dia berhasil menyingkirkan pesaing lainnya yang berasal dari Filipina, Thailand, India, Afrika Selatan dan beberapa negara lainnya. Dalam ajang tersebut, Pikatan berhasil meraih medali emas dalam kategori individual.

Dalam kompetisi tersebut, dia harus menyelesaikan 15 soal yang diberikan dalam waktu 90 menit. Diakuinya, para pesaingnya rata-rata berusia lebih tua darinya. “Sempet minder juga, karena lihat badannya besar-besar dan tinggi,” ucapnya.

Sebenarnya bukan hanya Pikatan pernah meraih juara di ajang internasional. Sebelumnya juga ada putra-putri Indonesia yang meraih gelar serupa. Berikut ini jagoan kecil, siswa-siswa SD peraih juara tingkat internasional yang dirangkum merdeka.com dari berbagai sumber:

1. 2 Siswa SD juara kontes matematika Rumania

Dua siswa SD asal Indonesia meraih medali emas dalam ajang bergengsi kontes matematika di Rumania. Mereka adalah Stanve Avrilium Widjaya dari SD Saint John, Tanggerang Selatan, Banten dan Hendrikus Hansen Witarsa siswa SDS BPK Penabur 6, Jakarta Utara.

Keduanya mempersembahkan medali emas untuk tim Indonesia dalam gelaran The 17 th Edition of the Mathematics Contest ‘The Clock Tower School” yang berlangsung di Ramnicu Valcea, Rumania, 20-24 Maret 2014.

Kepala Bidang Pensosbud dan Pendidikan KBRI Bucharest, Gatot Amrih Djemirin, menyebutkan Indonesia diwakili enam siswa di kelas VI dan dua siswa kelas V dalam kontes tersebut. Kompetisi ini diikuti peserta dari Indonesia, Bulgaria, Moldova, Rusia, Serbia, Philipina dan Rumania selaku tuan rumah.

Lomba dibagi dalam dua kategori, pertama adalah lomba individual dimana siswa mengerjakan empat soal selama 2,5 jam. Keempat soal tersebut dikerjakan dalam bentuk uraian yang logis dan jelas serta sistematis.

Sedangkan kategori kedua adalah lomba blitz, dalam kategori ini siswa mengerjakan sebanyak delapan soal dan setiap dua soal dikerjakan dalam waktu 15 menit. Pada kategori ini siswa harus bisa berpikir cepat dan memberi jawaban yang benar disertai penjelasannya.

2. Siswa SD Purwokerto juara matematika Internasional

Berikutnya Pikatan Arya Bramajati (11), siswa kelas VI SD Sokanegara 2 Purwokerto, Jawa Tengah, berhasil meraih emas dalam ajang Wizards at Mathematics International Competition (WIZMIC) 2014 di Lucknow India, baru-baru ini. Dia berhasil menyingkirkan pesaing lainnya yang berasal dari Filipina, Thailand, India, Afrika Selatan dan beberapa negara lainnya.

Dalam ajang tersebut, Pikatan berhasil meraih medali emas dalam kategori individual. Sebelum berangkat ke India, Pikatan mengakui harus menjalani masa karantina selama lima hari di Bogor. “Selama lima hari kami dididik mengerjakan soal matematika dengan berbagai jenis,” ujarnya saat ditemui di sekolahnya, Senin (27/10).

Dalam kompetisi tersebut, dia harus menyelesaikan 15 soal yang diberikan dalam waktu 90 menit. Diakuinya, para pesaingnya rata-rata berusia lebih tua darinya. “Sempet minder juga, karena lihat badannya besar-besar dan tinggi,” ucapnya.

Selain mengikuti jenis individual, Pikatan juga tergabung dalam kategori tim. Dalam kategori ini, ia juga turut menyumbangkan medali untuk Indonesia. Kepala SD Sokanegara 2 Purwokerto, Tri Rudiyati mengatakan, raihan emas tersebut merupakan buah kerja keras Pikatan yang mengikuti jejak sang kakak yang sebelumnya pernah berprestasi dalam ajang matematika internasional.

“Sebelumnya, kakaknya Pikatan, Kinantan Arya Bagaspati, juga pernah mengukir prestasi serupa. Pikatan sendiri selama ini memang dikenal pintar dan suka dengan matematika,” ucapnya.

3. Siswa SD Muhammadiyah Surabaya juara olimpiade robot

Pada 2011 lalu, siswa SD Muhammadiyah 4 Surabaya, Jawa Timur, juga mengukir prestasi dengan meraih tiga gelar juara oleh lima siswa sekolah dasar di ajang International Robot Olympiad (IRO) 2011 yang berlangsung pada 15-17 Desember 2011 di Universitas Tarumanegara, Jakarta.

Robot berwujud mobil dengan berbagai keunggulan karya mereka mampu menyisihkan ratusan peserta dari 18 negara yang mengikuti kontes tersebut.

Kelima pelajar berotak cemerlang itu adalah, Dimas Islami kelas 3, Nabil Hadjoe kelas 6, Axel Dawne kelas 6, Laksamana Agadia kelas 6, dan Dhimas kelas 2, dengan masing-masing kualifikasi rintangan,transporter dan line trace.

“Ini prestasi yang membanggakan, karena ajang olimpiade robot itu dilaksanakan tingkat internasional, diikuti 18 negara,” kata guru bidang studi elektronika, Endik Setyawan.

4. Siswa SD raih emas di kontes matematika di Singapura

Sebanyak 14 pelajar Indonesia berhasil meraih medali emas dalam lomba International Mathematics Contest (IMC) di Singapura pada tanggal 1-4 Agustus 2014.

Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA, Ridwan Hasan Saputra, mengatakan raihan juara yang diperoleh pelajar Indonesia pada tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu.

Adapun penghargaan medali yang diperoleh yakni 14 medali emas, 26 medali perak, 53 medali perunggu dan 34 merit award atau penghargaan harapan.

Sementara itu, jumlah peserta yang dikirimkan yakni 129 siswa terdiri dari siswa kelas 3 SD sampai kelas 11 SMA.

Sedangkan total peserta yang ikut dalam kompetisi tersebut mencapai 1.165 siswa dari sembilan negara yakni China, Indonesia, Iran, Korea Selatan, Malaysia, Philipina, Singapura, Taiwan, dan Thailand.

Menurut Ridwan, keempat belas Peraih medali emas tersebut adalah Jeanice Eliana Setyono dari SDK 6 Penabur Jakarta, Alma Putri Nashrida dari SDI Al Azhar 14 Semarang, M Jilan Wicaksono dari MIN NU Assaadah, M Arif Wibisono dari SDI AL Azhar 9 Kemang Pratama.

Justin Adrian Hasan dari SD Pangudi Luhur 2 Surakarta, Dick Jessen William dari SMP Santa Maria Pekan Baru, Kinantan Arya Bagaspati dari SMPN 2 Purwokerto, Alfian Edgar Tjandra dari SMP Springfield, Prawira Satya Darma dari SMPN 115 Jakarta.

Iqbal Naufal dari SMPN 5 Bandung, Adrianzka Mayreswara Dewa dari SMPI 8 Al Azhar Kemang Pratama, Nicholas Steven Husada dari SMA Saint Peter Jakarta, Eugehan Agahidwivanka dari SMA Negeri Unggulan MH Thamrin Jakarta dan Rezky Arizaputra Feri dari SMA AL Azhar 1 Kebayoran.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s