Cerita prostitusi berkedok ritual pesugihan di Gunung Kemukus

EQUITYWORLD FUTURES – Bicara soal prostitusi seolah tiada habisnya. Namun yang saat ini sedang ramai dibicarakan adalah prostitusi terselubung di Gunung Kemukus, Sragen, Jawa Tengah.

Obyek wisata religi di lembah Gunung Kemukus, mendadak menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat tatkala Patrick Abboud, pewarta asal Australia menyambangi tempat itu. Dia lalu mendokumentasikan berbagai aktivitas menyimpang yang dilakukan peziarah dengan ritual saat Malam 1 Suro atau hari-hari sakral lainnya.

Seorang juru kunci makam Pangeran Samudro di Gunung Kemukus, Dwi Margono mengatakan, semula lembah yang telah ditinggalinya sejak kecil itu tak seramai sekarang. Pria yang akrab disapa Gus Dwi tersebut menerangkan, awalnya pada 1979 silam lembah Kemukus masih hutan belantara.

Lambat laun, kata Gus Dwi, segelintir orang lalu datang berziarah ke makam Pangeran Samudro. Setelah itu, satu per satu peziarah terus berdatangan ke situ untuk ‘menyembah’ kuburan sang pangeran karena dipercaya mendatangkan rezeki berlimpah.

“Karena aktivitas peziarah mulai ramai lalu Gunung Kemukus dikelola Dinas Pariwisata mulai 1982 silam dan hingga sekarang jumlah peziarah terus bertambah,” terang bapak dua anak tersebut.

Lalu mengapa kini tempat tersebut jadi lokalisasi terselubung? Berikut ceritanya:

1. Cerita Pangeran Samodro dan Dewi Ontrowulan

Berdasarkan cerita yang berkembang, ada yang menyebutkan kedatangan Pangeran Samudro di Tanah Gemolong karena diusir ayahnya. Dia diusir karena diketahui jatuh cinta kepada Dewi Ontrowulan, ibu tirinya. Sesampainya di Gemolong tepatnya dekat lereng Gunung Kemukus, kekasihnya sekaligus ibu kandung pangeran, Dewi Ontrowulan menyusul anaknya ke Gunung Kemukus.

Keduanya yang dilanda asmara, lalu melepas rindu. Namun warga sekitar yang memergoki mereka berduaan lalu merajamnya beramai-ramai sampai meninggal dunia. Jasad mereka dikubur satu liang lahat tepat di bawah Gunung Kemukus.

Sebelum meninggal, pangeran berpesan kepada siapa saja yang mau melanjutkan hubungan suami-istri terlarang yang tidak sempat terlaksana itu akan terkabul semua permintaannya. Sejak itu, para peziarah yang datang berdoa di makamnya percaya bila semua doanya dikabulkan bila berhubungan seks di sana.

Kini, hubungan seks bebas di Gunung Kemukus telah menjadi ritual bagi ribuan peziarah pada hari-hari yang dianggap keramat. Hubungan seks ini dianggap sebagai salah satu syarat agar hajatnya terkabul.

Bupati Sragen, Agus Fatchurrahman dalam rilis yang disampaikan mengatakan bahwa mitos di Gunung Kemukus sering salah dipahami oleh banyak kalangan. Menurut Agus, jika ada prosesi di sana yang mengatasnamakan mencari pesugihan, itu adalah buah dari kesalahpahaman atas mitos asal muasal Gunung Kemukus tersebut.

“Cerita kisah cinta antara Pangeran Samodra dengan ibu tirinya, Ontrowulan yang merupakan dasar prosesi ziarah selama ini sebetulnya tidak dipahami secara benar,” ujar Agus.

Agus menjelaskan ada mitos yang selama ini salah dipahami sebagian masyarakat, yakni adanya keyakinan bahwa apabila ingin ngalap berkah atau permohonannya terkabul, maka orang yang datang ke Makam Pangeran Samudro harus melakukan ritual berhubungan intim. Hubungan yang dilakukan dengan lawan jenis yang bukan suami atau istrinya. Bahkan hubungan tersebut dilakuan selama 7 (tujuh) kali dalam selapan (35 hari).

“Paradigma negatif ini perlu diluruskan agar para peziarah tidak terjebak dalam paradigma dan kepercayaan yang keliru. Setiap peziarah atau pengunjung yang menginginkan permohonan atau keinginannya terkabul haruslah memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan berdoa dan berusaha di jalan yang benar,” terangnya.

2. Pesta seks di Gunung Kemukus berdalih demi pesugihan & penglaris

Seorang wanita paruh baya yang enggan disebutkan namanya, mengatakan, ritual di lereng Kemukus telah dilakoninya sejak puluhan tahun silam. Maklum, katanya, di situ dia bisa mendapatkan kelancaran rizki dan diberi kemakmuran lainnya.

“Saya kan jualan ikan di Pasar Gede Solo. Biar dapat rezeki berlimpah dan bisa mengalahkan pedagang-pedagang yang jadi saingan saya,” akunya, saat berbincang dengan merdeka.com, di Sragen Jawa Tengah, Senin (24/11).

Lebih lanjut, perempuan berusia 40 tahun ini menjelaskan, awalnya mendatangi Gunung Kemukus memang untuk bermunajat di depan makam Pangeran Samudro agar permintaannya dikabulkan. Saat itu, dia mengaku, ada banyak orang sepertinya yang ikut berdoa di kijing kuburan sang pangeran.

Lebih jauh, dia mengungkapkan, saat berdoa itulah dia meminta awet muda dan diberi rezeki yang melimpah. “Kemudian saya sempatkan mandi di sendang yang tak jauh dari situ lalu melakukan ritual-ritual kecil lainnya,” ungkap dia.

Soal adanya ritual seks usai mandi kembang di Sendang Ontrowulan, dia mengaku, sempat melakukan hal itu sebagai syarat agar doanya diloloskan lewat perantara makhluk gaib yang ada di makam Pangeran Samudro.

“Ya sempet begituan. Tapi kan saya make jasa (berhubungan badan) orang sana, mas. Katanya enggak boleh pakai jasa dari suami sendiri,” terang dia.

3. Di Hari keramat, Gunung Kemukus dibanjiri PSK

Pada hari Kamis Pahing malam Jumat Pon kemarin, para pekerja seks komersial (PSK) musiman justru banyak bermunculan di Gunung Kemukus. Ella, seorang PSK asal Surabaya, mengaku rela datang jauh-jauh ke lembah Kemukus lantaran tempatnya yang aman dari razia petugas Satpol PP.

“Kalau saya memang musiman datang ke sini. Saya kalau di sini nebeng sama pemilik warung sambil buka pijat plus-plus, mas. Lumayan dapat uang tambahan,” kata wanita tuna susila berusia 32 tahun itu saat berbincang dengan merdeka.com, Senin (24/11).

PSK bertubuh sintal ini mengaku, baru sebulan pindah tempat mangkal di Gunung Kemukus. Awalnya, dia terkaget-kaget saat melihat kondisi tempat prostitusi di Kemukus. Menurutnya, prostitusi Gunung Kemukus cukup aman dari razia Satpol PP. Hal ini karena bisnis esek-esek Gunung Kemukus dilakukan terselubung di tengah acara ritual seks.

4. Banyak calon bupati cari pelaris di Gunung Kemukus

Seorang pekerja seks komersial (PSK) berinisial Ti, yang mangkal di warung remang-remang Gunung Kemukus pun menceritakan sepak terjang para tamunya tersebut.

Ti lantas mengatakan, dia sering dibooking oleh tamu-tamunya yang berasal dari kalangan pejabat negara seperti calon bupati yang baru saja memenangkan pemilihan kepala daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Jadi ada tamu saya yang mengaku dari Bandung kemudian wilayah Jatim dan Jateng. Setelah saya ngobrol-ngobrol sama dia eh ternyata dia itu calon bupati. Salah satunya dari lokalan sini (Jateng),” kata dia kepada merdeka.com, Senin (24/11).

Dia menjelaskan, setiap diajak ritual seks oleh pejabat yang bersangkutan, dia selalu mendapatkan uang cukup besar.

“Saya lihat orang-orang pejabat datang ke sini habis begituan kasih uang ke saya kurang lebih Rp 500 ribu,” ungkap perempuan berparas manis berusia 20 tahun tersebut, sembari menambahkan bahwa setiap hari dia sering melihat pejabat daerah selalu datang ke lembah ‘esek-esek’ tersebut.

Hal senada diungkapkan kuncen makam Pangeran Samudro, Dwi Margono. Dia mengatakan, sudah tak terhitung jumlahnya calon bupati dan wali kota yang datang berziarah ke Gunung Kemukus.

“Mereka sering ngasih sesembahan ke sini. Ya selametan karena sudah diberi keberhasilan,” kata Gus Dwi.

5. Gus Dur muda pernah ziarah di Gunung Kemukus

Gunung Kemukus di Sragen Jawa Tengah, yang terkenal dengan wisata religi dan menyimpan segudang cerita mistis rupa-rupanya membuat banyak orang penasaran, tak terkecuali mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Semasa hidupnya, mendiang Gus Dur diketahui pernah menyambangi tempat tersebut.

Entah apa yang dilakukan Gus Dur saat datang ke Gunung Kemukus. Mamun menurut juru kunci Makam Pangeran Samudro, Dwi Margono, saat itu Gus Dur yang dikenalnya belum menjabat sebagai presiden.

“Beliau waktu masih muda sempat datang ke sini. Ya karena umurnya masih muda, mungkin dia hanya ingin berziarah ke makam Pangeran Samudro,” ujar Gus Dwi, sapaan akrabnya, kepada merdeka.com di Sragen Jawa Tengah, Minggu (23/11).

Lebih lanjut, kuncen keturunan Kerajaan Pajang ini mengungkapkan, tak cuma Gus Dur saja yang datang ke lembah ‘esek-esek’ tersebut. Sebab, setahu dia, hingga saat ini banyak pejabat negara yang datang berziarah. Terlebih lagi, ketika mereka mengetahui Gunung Kemukus ramai didatangi banyak orang.

“Selain Gus Dur muda yang datang ke sini, juga banyak para pejabat negara asal Jawa Barat maupun Jawa Tengah datang ke sini. Ya mereka itu yang pernah bekerja semasa Orde Baru,” urainya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s