Jalan Panjang Menemukan Gubernur Baru

EQUITYWORLD FUTURES – Pemanasan Pilkada DKI 2017 sudah dimulai. Partai-partai politik sudah mulai melakukan penjaringan kandidat cagub. Berbagai nama tokoh yang ingin menjadi calon gubernur pun sudah mulai bermunculan.

Namun, bagaimana sebenarnya tahapan Pilkada DKI 2017 itu sendiri? Ketua KPUD DKI Jakarta Sumarno mengatakan sebenarnya belum ada jadwal tetap pelaksanaan pilkada di Jakarta.

Jadwalnya masih menunggu ketetapan KPU RI dan akan sama dengan 101 daerah lain yang juga melaksanakan pilkada di tahun 2017.

Namun, Sumarno mengatakan pemungutan suara akan dilakukan pada Februari 2017. Meski belum ada jadwal tetapnya, Sumarno menjelaskan garis besar tahapan pilkada nanti.

1. Persiapan pilkada

Sumarno mengatakan tahap pra pemilu ini akan dimulai pada April 2016. Pada tahap ini, KPUD DKI akan mulai melakukan sosialisasi dan pembentukan perangkat pelaksana pemilu.

“Seperti pengangkatan panitia petugas pemilu di tingkat kelurahan hingga kecamatan,” ujar Sumarno ketika dihubungi, Kamis (11/2/2016). KPUD DKI juga akan melakukan pemutakhiran data pemilih di tahap ini. Sumarno mengatakan tahap persiapan pilkada ini memakan waktu cukup lama yaitu sekitar 3 hingga 4 bulan.

2. Pelaksanaan pilkada

Sumarno mengatakan KPUD DKI akan memulai waktu pengumpulan data KTP khusus untuk cagub dari jalur independen pada Juli 2016. Namun, Sumarno menampik jika proses yang dimulai bulan Juli 2016 itu merupakan pendaftaran cagub.

“Itu baru pengumpulan KTP saja. Waktunya dibuka sebulan sebum pendaftaran resmi,” ujar Sumarno.

Kemudian, KPUD DKI akan melakukan proses verifikasi terhadap KTP-KTP tersebut. Khusus di DKI Jakarta, calon gubernur harus mengumpulkan data KTP sebanyak 532.000 KTP jika mau maju lewat jalur independen.

Pada bulan berikutnya, yaitu Agustus 2016, barulah pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur dibuka secara resmi. Bakal cagub yang maju lewat jalur independen akan melakukan pendaftaran bersama-sama dengan calon dari partai.

“Jadi pendaftarannya sendiri tetap barengan baik yang independen maupun yang dari parpol,” ujar Sumarno.

Pada akhir September 2016, kata Sumarni, barulah KPUD DKI akan melakukan penetapan calon gubernur DKI periode 2017-2022. Setelah itu, proses kampanye pun dimulai.

“Kampanye besarnya itu 21 hari, nanti diatur jadwalnya. Cuma calon sudah bisa melakukan kampanye seperti menyebarkan spanduk maupun brosur sejak penetapan dilakukan,” ujar Sumarno.

Hingga akhirnya, pemilihan umum akan dilakukan pada Februari 2016. Sumarni mengatakan belum ada keputusan resmi tanggal berapa pilkada akan dilakukan.

“Ada katanya tanggal 7 Februari atau 15 Februari, tapi kita juga masih tunggu kepastian dari pusat,” ujar Sumarno.

3. Setelah pemilu

Sumarno mengatakan tahapan yang tersisa setelah pemilu dilakukan adalah tahap penyelesaian saja. Setelah pemilu dilakukan, kira-kira butuh waktu 2 minggu sampai penghitungan suara selesai dilakukan di tingkat pusat.

“Kan setelah pemilu, langsung penghitungan suara di masing-masing TPS saat itu juga. Ya seharilah kalau di tingkat warga. Kemudian kan dibawa kelurahan dan kecamatan. Dua minggu kelarlah,” ujar Sumarno.

Selanjutnya, jika hasil pemilu sudah keluar, KPUD DKI akan melakukan penetapan gubernur pada akhir Mei atau awal Juni. Namun, pelantikan gubernur belum dapat dilakukan. Pelantikan harus menunggu proses penggugatan di MK berakhir dulu.

“Kalau setelah penetapan ada yang menggugat, maka harus tunggu prosesnya selesai dulu kira-kira 41 hari. Tapi kalau tidak ada yang menggugat ya lancar saja,” ujar Sumarno.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s