BP3TKI Bentuk Tim Ungkap Kasus TKI 14 Tahun “Tersandera” Majikan di Arab Saudi

EQUITYWORLD FUTURES – Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jawa Tengah memastikan bahwa TKI asal Kabupaten Semarang, Isnaini (33), yang tersandera majikan di Arab Saudi, belum masuk ke database BP3TKI.

Pasalnya, BP3TKI baru mempunyai data lengkap TKI/TKW yang berangkat ke luar negeri per 2010, sedangkan Isaini berangkat ke Arab Saudi pada 13 Oktober 2002 silam.

“Terlebih undang-undang yang mengatur hal itu baru dibuat 2004. Jadi satu-satunya jalan ya segera saja ke Kedutaan Besar di Arab Saudi,” kata Kepala BP3TKI Jawa Tengah, AB Rahman, Senin (14/3/2016).

Meski tak tercatat dalam database BP3TKI, namun AB Rahman berjanji, secepatnya akan mengunjungi keluarga Isnaini di Tuntang, Kabupaten Semarang, untuk menghimpun data atau dokumen keberangkatan Isnaini, seperti paspor lama dan lokasi alamat majikannya.

“Kami akan menugaskan tim untuk ke Tuntang,” tegasnya.

Terlepas dari kasus tersebut, AB Rahman mengakui bahwa pemberlakuan moratorium oleh pemerintah menimbukan berdampak pada berkurangnya tenaga kerja di Arab Saudi. Akibatnya, ada kecenderungan para majikan “menahan” tenaga kerja untuk pulang ke Indonesia.

Berdasarkan pengalaman dalam menangani kasus TKI overstayer, pertama, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri. Kedua, meminta TKI bersangkutan untuk menuju ke Kedutaan Besar RI setempat.

Hal ini biasanya dilakukan tenaga kerja dan wajib diantar majikannya saat berkas paspor ataupun visanya habis masa berlakunya.

“Ini sudah dilakukan dan berhasil. Begitu sampai di KBRI, silakan bilang ke petugas jika tak berkenan kerja lagi di majikannya. Kalau sudah begitu, majikan jelas tidak bisa berbuat apa-apa,” jelasnya.

Pada sejumlah kasus yang sudah ditangani dengan langkah-langkah tersebut, paspor berikut hak-hak termasuk gaji akan diurus oleh petugas KBRI.

“Apalagi jika melihat kasus Isnaini yang tidak mendapat gaji, itu bisa disampaikan sebagai laporan awal dia ke kedutaan. Jika itu berhasil nanti dia akan ditempatkan di shelter sambil diurus haknya oleh otoritas yang berwenang,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, Isnaini (33), seorang TKI asal Kabupaten Semarang dilaporkan “disandera” selama 14 tahun oleh sang majikan di negara Arab Saudi. Bahkan selama bekerja, Isnaini juga tidak menerima gaji sebagaimana mestinya.

Orangtua Isnaini yang berada di Dusun Rejosari Kidul, Desa Rejosari, Kecamatan Tuntang, berharap pemerintah bisa membantu memulangkan Isnaini agar bisa berkumpul kembali di tengah-tengah keluarganya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s