Etnis Kurdi Deklarasikan Wilayah Federal di Suriah Utara

EQUITYWORLD FUTURES – Kelompok utama etnis Kurdi Suriah, Kamis (17/3/2016), memproklamasikan sebuah wilayah federal di daerah yang mereka kuasai di utara Suriah.

Proklamasi ini langsung ditolak baik oleh pemerintah Damaskus maupun kelompok oposisi Suriah.

Deklarasi itu dibuat bersamaan dengan pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin  yang menegaskan Moskwa bisa mengirim pasukan ke Suriah dalam beberapa jam meski saat ini mundur.

Waktu deklarasi, yang juga bertepatan dengan pembicaraan damai Suriah di Swiss, nampaknya terlihat sebagai sebuah kemajuan dalam perang saudara ini.

Namun, deklarasi Kurdi ini juga memicu kekhawatiran bahwa terbentuknya sebuah unit federal akan  berbuntut pada pecahnya negara.

Nawaf Khalil, petinggi Partai Persatuan Kurdi (PYD), kepada Associated Press mengatakan, deklarasi itu dibacakan dalam konferensi Kurdi di kota Rmeilan, provinsi Hassakeh.

Khalil mengatakan para peserta pertemuan di Rmeilan telah menyepakati sebuah sistem demokrasi federal untuk Rojava-Suriah Utara.

Rojava adalah istilah dalam bahasa Kurdi yang merujuk pada tiga distrik yang berada di bawah kendali Kurdi yaitu Jazira, Kobani dan Afrin.

Khalil menambahkan, para peserta pertemuan yang terdiri dari etnis Turki, Arab, umat Kristen dan Kurdi telah menyepakati pembentukan sistem federal itu.

“Federal dan Demokrasi Suriah adalah sebuah jaminan sebuah peluang hidup berdampingan dan persaudaraan di antara warga,” demikian bunyi sebuah spanduk di ruang pertemuan di Rmeilan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s