Ini Penjelasan Anton Medan soal Ahok yang Disebut Menolak Bantuannya

EQUITYWORLD FUTURES – Ramdhan Effendi atau yang lebih dikenal dengan nama Anton Medan, membantah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang diberitakan menolak bantuannya.

Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) itu menjelaskan, dia sebenarnya hanya menanyakan perihal kaos dan atribut lainnya yang sudah terlanjur dicetak tahun lalu dengan nama Sahabat Ahok harus diapakan, mengingat sekarang Basuki hanya bersedia menerima bantuan terkait pilkada melalui relawan Teman Ahok.

“Tidak ada trouble, saya sama Teman Ahok sejalan. Bantuan saya bukan ditolak, tapi saya menanyakan, kaos yang sudah dicetak bulan September 2015 itu, kira-kira bisa dipakai apa enggak, kan mubazir, ada 5.000 kaos tulisannya Sahabat Ahok begitu,” kata Anton saat dihubungi Kompas.com, Jumat (18/3/2016).

Anton menjelaskan, sejak tahun lalu, memang sudah ada gerakan kelompok tertentu yang bertujuan mendukung Basuki untuk maju dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang. Untuk kelompok yang bergerak di akar rumput atau grass root, dikoordinir oleh dirinya sendiri.

Sedangkan untuk pendukung Basuki dari kalangan menengah ke atas, dipegang oleh relawan Teman Ahok. Nama Sahabat Ahok sendiri dibuat olehnya untuk membedakan kelompok atau komunitas binaannya dengan segmentasi pendukung dari relawan Teman Ahok.

Namun, kini nama Sahabat Ahok sudah tidak dipakai lagi, mereka sepakat jadi satu dengan Teman Ahok supaya tidak menimbulkan persepsi berbeda di masyarakat. (Baca: Ahok Tolak Mentah-mentah Bantuan Anton Medan Terkait Pilkada)

“Koh Ahok (sapaan Basuki) bilang, ‘Enggak usah dipakai Koh Anton, nanti membingungkan.’ Sudah seperti itu saja intinya. Kok bilang Anton Medan ribut sama Ahok, enggak ada itu,” tutur Anton.

Agar kaos Sahabat Ahok tidak mubazir, Anton berencana membagikan 5.000 kaos tersebut ke sejumlah lembaga pemasyarakatan (lapas) untuk diberikan kepada napi di sana. Sedangkan barang lainnya yang juga sudah terlanjur tercetak, seperti formulir dukungan sebanyak 750.000 lembar, juga dipastikan tidak dipakai lagi.

Adapun total biaya yang Anton keluarkan untuk kaos dan formulir itu adalah Rp 518 juta.

Sebelumnya, Basuki menyebutkan, menolak bantuan Anton yang ingin launching relawan dengan nama Sahabat Ahok. Basuki juga mengatakan, Sahabat Ahok telah mengumpulkan KTP dan mencetak kaos untuk dirinya.

Basuki pun mengungkapkan, Anton berniat menyumbang sejumlah uang sebagai bentuk dukungan.

Menanggapi hal tersebut, Anton menyebut tidak pernah menyumbangkan uangnya dalam bentuk tunai. Semua uang yang dia pakai digunakan untuk membuat perlengkapan tertentu, seperti kaos salah satunya, dalam rangka mendukung Basuki maju lagi sebagai DKI 1.

“Bukan begitu. Koh Ahok kalau pas ngomong kan memang meledak-ledak, jadi nangkepnya begitu. Tidak ada masalah, saya sama Teman Ahok, kita semua sejalan,” ujar Anton.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s