Thailand Akui Ojek sebagai Angkutan Umum

EQUITYWORLD FUTURES – Pemerintah Thailand sudah lama mengakui ojek sebagai angkutan umum. Jadinya, semua ojek yang beroperasi di sana terdaftar resmi.

Berdasarkan pantauan Kompas.com pada awal pekan ini, sepeda motor yang digunakan untuk ojek di Ibu Kota Thailand, Bangkok, menggunakan pelat angkutan umum dan para pengemudinya menggunakan rompi khusus dengan keterangan identitas diri di bagian belakang.

Serupa dengan di Indonesia, pelat untuk angkutan umum di Thailand menggunakan warna kuning.

“Kalau motornya pelat putih (kendaraan pribadi), jangan naik. Karena artinya itu enggak resmi,” kata warga setempat, Komar Johari.

Komar menyebut tarif yang berlaku di bangkok adalah 5 baht (atau Rp 1,900) per kilometer. Pengaturan operasinya dibatasi per wilayah. Artinya, ojek yang terdaftar di wilayah A dilarang melintas dan mengangkut penumpang di wilayah B.

“Kalau melanggar bisa didenda dan dipukuli tukang ojek yang lain,” ujar Komar.

Di Indonesia, ojek belum diakui secara resmi sebagai angkutan umum. Berdasarkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, sepeda motor dianggap tidak memenuhi unsur keselamatan sebagai angkutan umum.

Meski demikian, ojek tetap mudah ditemui, baik yang konvensional maupun berbasis aplikasi. Seluruhnya menggunakan pelat hitam atau berstatus sebagai kendaraan pribadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s