Renungan Kartini…

EQUITYWORLD FUTURES – Kartini hanya merenung. Memalingkan wajahnya ke luar jendela, menatap langit biru. Seolah dari sanalah jawaban atas pertanyaan jiwanya didapat.

Pandangannya meluncur ke arah daun-daun nyiur yang melambai. Menautkan pandangan pada daun-daun mungil yang bersinar, bergetar-getar, dan berkilau keemasan tersaput sinar matahari.

Kartini merenung, “Pernahkah orang bertanya mengapa matahari bersinar? Siapa yang dikiriminya cahaya?”

“Aduhai, matahari saya, surya emas saya, saya akan hidup sedemikian sehingga saya patut kamu sinari, patut menerima cahayamu, patut kamu pelihara dan kamu panasi dengan sinarmu yang menjiwai, memperindah dan mulia itu,” tulis Kartini kepada Nyonya RM Abendanon Mandri tertanggal 31 Januari 1901.

“Karena itu, jangan bersusah hati bila permohonan saya tidak dikabulkan. Bukankah dengan demikian hidup saya belum sia-sia?”

“Saya mau, saya akan! Siapa berbuat baik, hidupnya tidak sia-sia. Dan, siapa yang mencari kebaikan, akan menemukan sendiri kebahagiaan.”

Kartini, dalam surat tersebut, mengungkapkan kebahagiaannya yang membuncah, kaum perempuan bisa memperoleh kebebasan, berdiri sendiri, dan tak lagi bergantung pada orang lain.

“Jangan berduka cita! Kami sudah berterima kasih benar-benar bahwa bagaimanapun juga pokok keinginan hati kami telah kami peroleh,” ungkapnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s