PLN Tegaskan Diskon Listrik Sudah Berjalan

EQUITYWORLD FUTURES – PT PLN (Persero) menegaskan program diskon tarif listrik bagi industri skala menengah dan skala besar, untuk pemakaian dari jam 23.00 sampai 08.00 sudah berjalan.

Diskon ini merupakan salah satu insentif yang diberikan pemerintah untuk mendorong aktivitas ekonomi, yang dikeluarkan dalam Paket Kebijakan Ekonomi III.

“Data per hari ini ada 667 konsumen industri skala menengah dan skala besar yang ikut program dengan tarif 30 persen bagi tambahan pemakaian antara pukul 23.00 hingga 08.00,” kata Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun kepada Kompas.com, Selasa (3/5/2016).

Benny merinci di PLN Distribusi Banten, ada 60 konsumen industri yang memanfaatkan program ini. Sementara itu di PLN Distribusi Jateng dan DIY ada 138 industri.

Di PLN Distribusi Jaya ada 31 konsumen industri, sedangkan di PLN Wilayah Sulselrabar ada satu industri yang memanfaatkannya.

Di PLN Distribusi Bali ada lima konsumen industri, dan di PLN Distribusi Jawa Barat ada 201 konsumen industri.

Adapun di PLN Wilayah Sumut sebanyak 16 konsumen industri memanfaatkan diskon tarif 30 persen tersebut.

Sementara di PLN Distribusi Jawa Timur tercatat ada 215 konsumen industri yang memanfaatkannya.

“Totalnya 667 dan masih ada beberapa lagi yang dalam proses ikut program promo ini,” ucap Benny.

Benny kaget ketika dikonfirmasi bahwa menurut informasi yang diterima Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, program diskon tarif listrik 30 persen ini belum berjalan.

“Beliau dapat info yang enggak benar itu,” kata Benny.

Dia bilang, sejak diumumkannya paket kebijakan III oleh pemerintah, PLN melakukan komunikasi dengan pengusahaan melalui Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) pada tanggal 6 November 2015.

Tujuannya adalah untuk sosialiasi paket kebijakan insentif yang diberikan PLN.

“Penerapan dikson mulai untuk pemakaian listrik Desember 2015, yang terlihat di rekening Januari 2016,” imbuh Benny.

Benny menambahkan, jumlah diskon tarif listrik memang masih kecil. Pasalnya, untuk memulainya harus ada pendataan dan kesepakatan dulu berapa pemakaian kWh rata-rata selama ini dari konsumen dimaksud.

“Untuk bisa memanfaatkan program ini, konsumen industri tidak perlu direkomendasikan oleh asosiasi, cukup pelanggan minta ke PLN,” kata Benny.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s