Gunung Kencana, Si “Kecil” yang Menantang

EQUITYWORLD FUTURES – Sejauh mata memandang, hamparan perkebunan teh luas membentang. Kabut tipis perlahan menaungi kemegahan puncak rimba belantara.

Di sisi selatan, kokoh berdiri dua puncak gunung terkenal di Jawa Barat, Gunung Gede dan Gunung Pangrango. Keindahan alam yang bisa disaksikan di Gunung Kencana.

Jumat (6/5/2016), Kompas.com mencoba mengeksplorasi kawasan Gunung Kencana yang baru dibuka untuk umum sejak lima bulan lalu. Meski beberapa catatan menunjukkan, sejumlah komunitas pecinta alam pernah melakukan pendakian sebelum jalur tersebut resmi dibuka.

Terletak di Kampung Rawa Gede, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Gunung Kencana bisa dibilang bukanlah sebuah gunung sesungguhnya. Hanya bukit yang menjulang sampai di ketinggian 1.802 mdpl (meter di bawah permukaan laut). Namun, tetap menawarkan sensasi alam liar dan cerita mistis bagi para pendaki.

Menuju jalur pendakian Gunung Kencana gampang-gampang susah, sebab tidak ada petunjuk arah yang pasti. Cerita punya cerita, beberapa pendaki pernah tersesat menjajal gunung yang termasuk dalam gunung hutan hujan tropis ini.

KOMPAS.com / RAMDHAN TRIYADI BEMPAH Puncak Gunung Pangrango dilihat dari kawasan pendakian Gunung Kencana, Jumat (6/5/2016). Di jalur pendakian ke Gunung Kencana banyak sekali ditemukan perkebunan teh nan hijau di sisi kiri dan kanan jalan.

Untuk menuju puncak Gunung Kencana, anda bisa masuk melalui kawasan wisata Telaga Warna, Cisarua, Kabupaten Bogor.

Jika menggunakan kendaraan pribadi, dapat langsung menuju Kampung LC (Lahan Cadangan) yang merupakan titik terakhir pemberhentian kendaraan sebelum memasuki jalur pendakian Gunung Kencana. Tetapi sebelum itu, Anda harus menemukan patokan jalan yaitu Kampung Cikoneng, tepatnya SD Cikoneng yang berada di pertigaan jalan sebelum masuk ke Kampung LC.

Petugas Jaga Gunung Kencana, Jajang mengatakan, untuk mencapai puncak Gunung Kencana cukup ditempuh sekitar 45 menit dari pos pendaftaran. Hanya terdapat dua pos untuk mencapai puncaknya, meski begitu medan pendakian cukup ekstrim dan menguras tenaga.

“Di sini (Gunung Kencana) biasa digunakan untuk pendidikan dasar pecinta alam oleh para Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam). Atau bahkan untuk latihan para anggota TNI Angkatan Darat,” ucap Jajang.

Jajang menambahkan, jika beruntung, pendaki dapat melihat pemandangan Gunung Gede dan Gunung Pangrango dari puncak Kencana. Ia menyarankan, agar melakukan pendakian tidak pada saat musim hujan.

KOMPAS.com / RAMDHAN TRIYADI BEMPAH Puncak Gunung Gede dan Gunung Pangrango dapat terlihat dengan jelas dari Gunung Kencana, Jumat (6/5/2016). Di jalur pendakian ke Gunung Kencana banyak sekali ditemukan perkebunan teh nan hijau di sisi kiri dan kanan jalan.

“Kalau langitnya lagi bagus, tidak mendung atau tertutup kabut, puncak Gunung Gede dan Gunung Pangrango bisa dilihat dengan jelas,” kata Jajang.

“Kebanyakan pendaki yang kesini, setelah sampai puncak Kencana, turun, terus pulang lagi. Jarang ada yang berhari-hari nginep di atas (puncak),” tambahnya.

Perkebunan teh yang terbentang luas di kawasan Gunung Kencana pun sering dijadikan bikers motor trail untuk memacu adrenalin. Di akhir pekan, banyak komunitas-komunitas motor trail berkumpul disana sembari menjajal medan ekstrim di kawasan tersebut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s