Ini Kata Lurah yang Wilayahnya Berada di Peringkat Terbawah Sistem Qlue

EQUITYWORLD FUTURES – Aplikasi keluhan warga atau yang dikenal dengan Qlue telah mengeluarkan ranking penilaian untuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) ibu kota untuk periode Maret-Mei 2016.

Penilaian tersebut selain memperlihatkan kelurahan yang berada di peringkat teratas, juga memperlihatkan kelurahan yang berada pada peringkat terbawah.

Beberapa kelurahan yang berada di peringkat terbawah adalah Kelurahan Pejagalan, Jakarta Utara dan Kelurahan Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat.

Salah satu yang jadi poin penilaian yaitu jumlah aduan yang tidak ditindaklanjuti. Kelurahan Pejagalan menjadi urutan paling buncit dengan 44 poin, sedangkan menurut data yang dirilis Qlue, ada 636 aduan yang tidak ditindaklanjuti oleh Kelurahan Pejagalan.

Menurut pihak kelurahan, menumpuknya aduan yang tidak ditindaklanjuti dikarenakan banyaknya aduan yang tidak sesuai dengan kewenangan kelurahan. Misalnya untuk aduan penindakan parkir liar, menurut kelurahan kewenangan berada di Dinas Perhubungan, selain itu untuk aduan jalan rusak, juga adalah kewenangan Bina Marga bukan pihak kelurahan.

Pihak kelurahan bertanggung jawab untuk menyelesaikan aduan yang masih bisa terjangkau, semisal aduan banyaknya sampah, atau pembersihan saluran air yang tersumbat.

“Kendalanya ya begini saja, itu ada keluhan yang sebenarnya bukan kewenangan saya, kewenangan lurah. Ada PLN, PU, Tata Air, ada Dishub yang tidak bisa langsung dikerjakan. Saya sudah koordinasikan ke Dishub. Begitu juga soal jalan yang rusak kami juga sudah sampaikan ke Bina Marga, jadi meski bukan kewenangan kami, tetapi kami koordinasikan kepada yang bertanggung jawab,” ujar Lurah Pejagalan Maskur kepada Kompas.com, Kamis (2/6/2016).

Nursita Sari Catatan rekapitulasi harian hasil penanganan aduan warga melalui Qlue yang dibuat Kelurahan Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat.

Kelurahan Pejagalan juga mempertanyakan sistem Qlue, di mana, menurut Maskur aduan yang sudah berwarna hijau atau sudah selesai ditindaklanjuti, kembali berubah jadi merah atau dikenal dengan istilah di “dor”.

Senada dengan lurah Pejagalan, kelurahan Pinansia yang juga berada di urutan tiga terbawah mengatakan banyaknya aduan yang masuk ke Kelurahan Pinansia banyak yang salah sasaran. Menurutnya pihak kelurahan, aduan seperti kemacetan serta angkot yang mangkal merupakan tugas Dishub.

“Tinggi sekali intensitas laporan di sini. Sampai sekarang ini kami sudah mencapai 700 laporan di tahun ini. Lebih kurang sekitar segitu. Kemacetan di Beos, angkot mangkal. Itu yang banyak. Itu kan kewenangan Dishub,” kata Lurah Pinangsia, Edy di Kantor Kelurahan Pinangsia.

“Kami melaksanakan apa yang bisa kami laksanakan. Sebagian yang bisa kami kerjakan, kalau kewenangan kami ya kami kerjakan,” ujar Edy lagi.

Namun kedua kelurahan tersebut mengaku seluruh aduan dari masyarakat ke Qlue telah ditindaklanjuti meski kewenangan yang berbeda dan masih dalam proses. Bahkan pihak kelurahan mengaku sudah berkoordinasi dengan RT RW untuk langsung menindaklanjuti aduan warga yang bisa diselesaikan oleh pihak kelurahan.

Pada 1 Juni 2016, Qlue mengeluarkan peringkat untuk kelurahan yang memiliki rangking tertinggi dan terendah dalam menindaklanjuti aduan warga. Kelurahan Pejagalan dan Pinangsia menjadi urutan paling bawah dengan poin 44 dan 636 aduan yang tidak ditindaklanjuti untuk Pejagalan, dan 46 poin dan 333 aduan yang tidak ditindaklanjuti untuk Pinangsia.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s