Harga Minyak Akhirnya Sentuh Level di Atas 50 Dollar AS

EQUITYWORLD FUTURES – Harga minyak di Amerika Serikat (AS) akhirnya menyentuh level di atas 50 dollar AS per barrel untuk pertama kalinya, dalam kurun waktu hampir setahun, pada perdagangan Selasa (7/6/2016) waktu New York atau Rabu (8/6/2016) dini hari WIB.

Harga minyak naik di atas 1 persen akibat ekspektasi penurunan stok minyak mentah AS dan serangan pada industri minyak di Nigeria, yang menyebabkan suplai minyak dunia turun.

Stok minyak mentah AS turun 2,7 juta barrel pekan lalu, menandai tiga pekan penurunan produksi, berdasarkan polling Reuters.

Grup American Petroleum Institute (API) melaporkan bahwa harga yang tertera pada perdagangan Selasa tersebut menunjukkan kenaikan harga di atas estimasi jika pasokan minyak mentah turun hingga 3,6 juta barrel.

Badan Energi AS atau Energy Information Administration (EIA) akan merilis data resmi stok minyak mentah AS pada Rabu (8/6/2016) waktu setempat atau pada Kamis (9/6/2016) WIB.

Harga minyak mentah terus meningkat dalam dua sesi perdagangan terakhir, seiring meningkatnya serangan pemberontak Niger Delta di Nigeria yang bersumpah akan menghentikan produksi minyak di Nigeria.

Padahal, Nigeria merupakan produsen minyak terbesar Afrika di tahun lalu. Saat ini pemerintah Nigeria sedang menghelat pembicaraan dengan pihak pemberontak.

“Pasar tetap khawatir mengenai interupsi suplai yang tidak terjadwal, terutama akibat penutupan operasi di Nigeria,” kata Dominick Chirichella, senior partner di Energy Management Institute di New York.

“Proyeksi industri terkini yakni adanya penurunan stok minyak mentah AS pada laporan pekan ini, pasar jadi bergejolak.”

Minyak mentah AS WTI pada perdagangan berjangka CLc1 naik 67 sen atau 1,4 persen ke level 50,36 dollar per barel. Ini merupakan pertama kalinya WTI naik di atas 50 dollar AS per barel sejak Juli 2015.

Sementara Brent Crude LCOc1 naik 89 sen atau naik 1,8 persen di level 51,44 dollar AS per barrel. Sebelumnya Brent mencapai puncak di 51,54 dollar AS per barrel di Oktober 2015.

Sebelumnya pada proyeksi di Selasa, EIA memperkirakan produksi minyak mentah AS akan turun pada 2016 dan 2017. Perkiraan ini masih sama dengan perkiraan minggu lalu.

Dipaparkan bahwa produksi akan turun 830.000 barrel per hari tahun ini menjadi 8,6 juta barrel per hari. Sementara di 2017 akan turun 410.000 barrel per hari atau menjadi 8,19 juta barrel per hari.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s