PT. EQUITYWORLD FUTURES Harga Minyak Masih Merosot, Saham Asia Terindikasi Melemah

PT. EQUITYWORLD FUTURES – Menjelang laporan data ekonomi Tiongkok, pasar saham di kawasan Asia cenderung melemah pada awal perdagangan Selasa 16 Desember 2014. Investor terpengaruh kejatuhan bursa saham wall Street AS sebagai acuan global.

Semalam, saham-saham AS berakhir berakhir turun, mengentikan gerakan liar indeks Dow Jones Industrial Average selama sesi perdagangan dalam fluktuasi kisaran 300 poin di luar rata-rata karena harga minyak mentah berada mengalami tekanan jual.

Pelemahan indeks saham AS terjadi saat Organisasi Negara Pengimpor MInyak (Organization of the Petroleum Exporting ccountries/OPEC) menegaskan tidak akan mengurangi produksi minyak meski ada kekhawatiran pasokan melimpah di pasar dunia. Selain itu, seorang pejabat Uni Emirat Arab menentang diadakannya pertemuan darurat aliansi produsen minyak ini dalam rangka upaya pemulihan harga minyak.

EQUITYWORLD FUTURESHarga minyak mentah AS berada pada level US$55,91 per barel atau penutupan terendah sejak rekor Mei 2009. Sementara itu, minyak Brent dipatok turun 65 sen ke level US$61,20.

Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini anjlok 1,4 persen. Indeks acuan pasar saham Jepang ini memperpanjang kerugian sesi bursa Senin kemarin dengan ditransaksikan di bawah level 17.000 pada awal perdagangan, didukung pula oleh penguatan nilai tukar yen.

Akibatnya, saham eksportir Jepang pun melemah pada awal perdagangan. Suzuki Motor anjlok 3 persen, sedangkan Nissan dan Nintendo masing-masing merosot 2 persen.

Indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney turun 0,7 persen. Equityworld Futures Indeks patokan pasar saham Australia ini melanjutkan kerugian, mengikuti jejak pelemahan bursa AS semalam dan penurunan harga saham energi terus berlangsung.

Saham komoditas berada di bawah tekanan, khususnya produsen minyak dan gas. Santos turun 3,2 persen, sementara Woodside Petroleum dan Oil Search masing-masing kehilangan 2,7 dan 2,3 persen. Penambang bijih besi BHP Billiton dan Rio Tinto juga masing-masing diperdagangkan melemah 3 persen dan 1,5 persen.

Mata uang Asutralia menjadi fokus menjelang rilis pertemuan bank sentral dan laproan indikator ekonomi bulanan. Dolar Australia diperdagangkan pada level $0,8208 per dolar AS pada Selasa pagi.

Sementara itu, pasar masih mencermati insiden penyanderaan Australia. Aparat polisi bersenjata menyerbu ke kafe pada Selasa pagi dan membebaskan sejumlah sandera yang ditahan di sana, sekaligus mengakhiri drama pengepungan selama enam belas jam di mana tiga orang dilaporkan menjadi korban tewas dalam penyerangan itu.

Seorang sumber di kepolisian menyebut penyandera adalah Man Haron Monis, seorang pengungsi Iran dan shiekh gadungan yang didakwa tahun lalu terkait tuduhan pembunuhan mantan istrinya.

Adapun, indeks Kospi di bursa Seoul kehilangan 0,7 persen. Indeks utama pasar saham Korea Selatan ini mengalami kerugian pada pembukaan bursa.

Raksasa perusahaan elektronik, Samsung Electronics, menjadi perhatian pasar setelah data menunjukkan pada perusahaan ini terus kehilangan pangsa pasar pada kuartal ketiga 2014 dalam menghadapi persaingan dengan Apple, Xiaomi, dan Huawei di sejumlah negara. Antara lain di Tiongkok.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s