Equityworld Futures Semarang : Dolar AS Sedang Loyo, Ini Saatnya Serok Emas

Equityworld Futures Semarang – Kebijakan moneter menjadi sentimen penggerak utama harga emas minggu ini. Usai The Fed menahan kebijakan suku bunganya, dolar AS melemah dan menjadi momentum untuk emas menguat.

Jumat (18/9/2020), harga logam mulia emas mengalami penguatan 0,49% ke US$ 1.952,2/troy ons pada 09.00 WIB. Di saat yang sama indeks dolar yang mengukur posisi the greenback terhadap enam mata uang lainnya melemah 0,08%.

Dolar AS yang melemah menjadi sentimen positif bagi emas. Pasalnya logam kuning itu dibanderol dalam dolar AS, sehingga jika mata uang Paman Sam menguat, harga emas jadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Bank sentral paling berpengaruh di dunia The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya mendekati nol persen. The Fed bahkan mengatakan bakal menahannya untuk waktu yang cukup lama setidaknya sampai 2023.

Kebijakan moneter akomodatif yang ditempuh The Fed ini diharapkan mampu readyviewed mendongkrak inflasi ke sasaran target di rata-rata 2%. Suku bunga acuan yang rendah membuat yield dan dolar AS tertekan. Opportunity cost untuk memegang aset tak berimbal hasil seperti emas pun menjadi lebih rendah.

Bahkan ancaman inflasi yang lebih tinggi di masa mendatang membuat emas menjadi instrumen yang menarik mengingat perannya sebagai aset lindung nilai (hedging) terhadap penurunan nilai mata uang.

Reuters melaporkan Bank of England  (BoE) sedang melihat lebih dekat bagaimana mereka dapat memangkas suku bunga di bawah nol karena ekonomi Inggris menghadapi tiga pukulan besar dari meningkatnya kasus Covid-19, pengangguran yang lebih tinggi dan kemungkinan kejutan Brexit baru. 

Sementara itu Bank of Japan (BoJ) mempertahankan kebijakan moneter stabil dan mengisyaratkan kesiapan untuk meningkatkan stimulus jika angka pengangguran akibat pandemi meningkatkan risiko deflasi. 

Ketidakpastian seputar vaksin juga jadi sentimen yang turut mewarnai pasar hari ini. Sebelumnya presiden Donald Trup menyebutkan bahwa vaksin dapat didistribusikan di AS mulai Oktober.

Namun pernyataan berbeda datang dari seorang direktur Center for Disease Control & Prevention (CDC) yang mengatakan kepada parlemen bahwa vaksinasi hanya akan dilakukan kepada segelintir orang tahun ini dan tak akan didistribusikan meluas untuk enam sampai sembilan bulan.

news edited by Equityworld Futures Semarang

Equityworld Futures Semarang : Digadang-gadang ke Rp 1,9 Juta/gram, Emas Malah Melempem

Equityworld Futures Semarang – Setelah bank sentral AS mengumumkan kebijakan moneternya tadi malam, hari ini harga emas malah terkoreksi lantaran dolar AS yang menguat.

Kamis (17/9/2020), harga emas turun 0,54% ke US$ 1.950/troy ons pada 09.00 WIB. Di saat yang sama indeks dolar yang mengukur kekuatan the greenback terhadap enam mata uang lain menguat 0,2% pagi ini.

Dolar AS bergerak berlawanan arah dengan emas. Ketika dolar AS menguat, harga emas cenderung tertekan karena penguatan the greenback membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Dini hari tadi, sesuai dengan perkiraan, bank sentral AS (Federal Reserves/the Fed) menahan suku bunga acuannya di kisaran nol persen. 

“Kami berharap dapat mempertahankan sikap akomodatif kebijakan moneter sampai hasil ini, termasuk lapangan kerja maksimum, tercapai.” kata Powell, mengutip CNBC International.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Bank sentral yang dipimpin oleh Jerome Powell bahkan readyviewed akan menahan suku bunga rendah untuk waktu yang lama. Para anggota komite pengambil kebijakan the Fed (FOMC) bahkan mengantisipasi suku bunga overnight akan ditahan di kisaran nol persen untuk waktu yang lama setidaknya sampai 2023.

“Dengan inflasi yang terus berjalan di bawah target jangka panjang ini, Komite akan bertujuan untuk mencapai inflasi secara moderat di atas 2 persen untuk beberapa waktu sehingga inflasi rata-rata 2 persen dari waktu ke waktu,” kata FOMC dalam sebuah pernyataan, mengutip CNBC International.

Sejatinya hal ini memberikan ruang untuk emas bisa melompat lebih tinggi lagi. Namun proyeksi the Fed yang sedikit bullish terhadap perekonomian Negeri Paman Sam tahun ini membuat dolar AS bangkit dan melawan emas.

FOMC memproyeksikan penurunan PDB setahun penuh sebesar 3,7%, jauh lebih baik dari perkiraan penurunan 6,5% di bulan Juni. Namun, the Fed menurunkan prospek 2021 menjadi 4% dari 5% dan 2022 menjadi 3% dari 3,5%. FOMC mengharapkan pertumbuhan PDB 2,5% pada 2023.

Proyeksi tingkat pengangguran juga diturunkan menjadi 7,6% dari 9,3% yang sudah berada di atas angka pengangguran 8,4% untuk Agustus. Komite juga menaikkan proyeksi inflasi untuk tahun 2020 menjadi 1,2% dari 0,8% pada bulan Juni, meskipun masih belum mencapai target 2% hingga 2023.

Meski belum sanggup lagi mencapai US$ 2.000/troy ons, namun Bloomberg Intelligence memprediksi harga emas masih akan terus menguat bahkan tidak menutup kemungkinan mencapai US$ 4.000/troy ons di tahun 2023.

“Kondisi saat ini, di mana bank sentral terus menerapkan kebijakan moneter longgar menjadi fondasi yang solid bagi emas, tetapi kurang berdampak untuk perak dan tembaga. Logam untuk industri lebih terkait dengan stimulus fiskal dan bangkitnya perekonomian ekonomi global,” kata Mike McGlone, ahli strategi senior komoditas di Bloomberg Intelligence, sebagaimana dilansir Kitco, dikutip Kamis (17/9/2020).

news edited by Equityworld Futures Semarang

Equityworld Futures Semarang : Harga Emas Tergelincir 4 Persen Selama Seminggu

Equityworld Futures Semarang – Harga emas jatuh pada hari Jumat, begerak di dekat level terendah selama dua bulan terakhir. Ini karena investor mencari perlindungan dalam dolar dari meningkatnya kasus virus corona dan ketidakpastian atas stimulus AS berikutnya untuk membantu perekonomian.

Dikutip dari  CNBC, Sabtu (26/9/2020), harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi USD 1,864,39 per ounce, sementara emas berjangka AS turun 0,6 persen pada USD 1,866,30 per ounce.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

“Partai Republik dan Demokrat berada di halaman yang sama tentang menempatkan beberapa stimulus tetapi mereka tidak dapat memutuskan jumlah dan ketidakpastian yang mendorong investor memilih dolar,” kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA di New York.

Untuk minggu ini, harga emas turun sekitar 4,4 persen sejauh ini, terbesar setidaknya dalam enam minggu, karena dolar ditetapkan untuk minggu terbaiknya sejak awal April. Dolar yang lebih kuat membuat komoditas yang dihargai dalam mata uang, seperti emas, lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan unit moneter lain.

Seorang anggota parlemen utama mengatakan Demokrat di DPR AS sedang mengerjakan paket stimulus virus corona senilai USD 2,2 triliun yang dapat dipilih minggu depan.

Federal Reserve minggu ini berbicara tentang pentingnya lebih banyak stimulus fiskal di tengah kekhawatiran investor akan pukulan ekonomi lain dari pandemi virus corona.

Saham ditetapkan untuk jatuh paling banyak untuk setiap minggu sejak Juni karena kekhawatiran atas gelombang kedua penguncian terkait virus membebani selera risiko investor.

news edited by Equityworld Futures Semarang

Equityworld Futures Semarang : Bloomberg Intelligence Ramal Emas ke US$ 4.000, Berani Beli?

Equityworld Futures Semarang – Harga emas dunia menguat pada perdagangan Rabu (16/9/2020), jelang pengumuman kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) Kamis (17/9/2020) dini hari.

Melansir data Refinitiv, pada pukul 17:12 WIB, emas diperdagangkan di kisaran US$ 1.965,96/troy ons di pasar spot.

Bos The Fed, Jerome Powell, pada Kamis (27/8/2020) malam mengubah pendekatannya terhadap target inflasi. Sebelumnya The Fed menetapkan target inflasi sebesar 2%, ketika sudah mendekatinya maka bank sentral paling powerful di dunia ini akan menormalisasi suku bunganya, alias mulai menaikkan suku bunga.

Kini The Fed menerapkan “target inflasi rata-rata” yang artinya The Fed akan membiarkan inflasi naik lebih tinggi di atas 2% “secara moderat” dalam “beberapa waktu”, selama rata-ratanya masih 2%.

Dengan “target inflasi rata-rata” Powell mengatakan suku bunga rendah bisa ditahan lebih lama lagi.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Suku bunga rendah yang ditahan dalam waktu yang lama tentunya berdampak negatif bagi dolar AS, dan dapat mendorong kenaikan harga emas dunia.

Sejak mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, US$ 2.072,49/troy ons 7 Agustus lalu, emas berbalik merosot, dan tidak pernah lagi kembali ke atas level US$ 2.000/troy ons. Emas juga bergerak dengan volatilitas tinggi, artinya naik-turun secara signifikan dalam waktu singkat, beberapa pekan terakhir.

Namun beberapa pekan terakhir volatilitas emas cenderung merendah dan harganya menurun, tetapi masih mampu bertahan di atas US$ 1.900/troy ons.

Meski belum sanggup lagi mencapai US$ 2.000/troy ons, namun Bloomberg Intelligence memprediksi emas masih akan terus menguat bahkan tidak menutup kemungkinan mencapai US$ 4.000/troy ons di tahun 2023. 

news edited by Equityworld Futures Semarang

Equityworld Futures Semarang : Bursa Saham Babak Belur, Harga Emas Mulai Mendaki

Equityworld Futures Semarang – Harga emas dunia pada perdagangan minggu ini berhasil terapresiasi sebesar 0,65% ke level 1.941,50/troy ons. Meskipun naik, emas spot kembali gagal naik ke level 2.000/troy ons yan sudah dinanti para pelaku pasar. Bursa saham acuan dunia Wall Street yang pekan kemarin merah merona menjadi salah satu pemicu kenaikan harga investasi lindung nilai ini.

Berikut tabel gerak emas di pasar spot dalam sepekan.

Seperti diketahui, emas merupakan aset aman (safe haven) sementara saham merupakan aset berisiko, sehingga pergerakan keduanya berlawan arah dalam jangka pendek karena apabila kondisi ekonomi tidak pasti orang enggan berinvestasi di saham dan mengalihkan dana mereka ke emas.

Bursa saham Amerika Serikat (AS) yang “berdarah-darah” minggu ini membuat emas menanjak. Aksi ambil untung yang terjadi di sektor teknologi memicu kejatuhan bursa dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia tersebut. Indeks Nasdaq  sepekan terakhir ambrol 4,06%, S&P500 anjlok 2,51% dan Dow Jones turun 1,66%.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Selanjutnya kabar mengejutkan yang datang dari pengembang vaksin Covid-19 AstraZeneca yang harus menghentikan uji klinis tahap akhir sampai waktu yang belum ditentukan juga membuat harga emas pesta pora.

Penghentian uji klinis kandidat vaksin virus corona yang diberi nama AZD1112 ini menyusul laporan dampak negatif parah dari uji klinis vaksin terhadap seorang peserta di Inggris.

Sebagai informasi kandidat vaksin AstraZeneca ini masuk uji klinis tahap III (akhir) mulai bulan lalu setelah hasil uji klinis tahap I dan II menunjukkan tanda-tanda menggembirakan.

Seperti diketahui, jika vaksin tak kunjung ditemukan maka virus corona akan semakin berlarut-larut dan perekonomian tak jelas kapan akan pulih sehingga akan mengerek harga emas.

Selain itu tensi antara dua negara dengan perekonomian paling besar di dunia kembali panas. Meski ada perjanjian fase I damai dagang yang ditandatangani Januari, serangan baru terhadap komoditas China kini dilancarkan lagi oleh AS. Kali ini Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) AS akan memblokir impor kapas dan produk tomat dari wilayah Xinjiang di China barat.

news edited by Equityworld Futures Semarang

Equityworld Futures Semarang : Jakarta PSBB Total Lagi, Sudah Waktunya “Ternak” Dolar AS?

Equityworld Futures Semarang – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan kembali menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total, mulai 14 September mendatang akibat tren penambahan kasus pandemi penyakit virus corona (Covid-19).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan hal tersebut kemarin malam. Pengumuman tersebut memberikan efek kejut terhadap rupiah pada perdagangan hari ini, Kamis (10/9/2020).

Rupiah sempat melemah 0,68% ke Rp 14.880/US$, sebelum mengakhiri perdagangan di level Rp 14.820/US$, melemah 0,27% di pasar spot, melansir data Refinitiv. 

“Kita akan menarik ‘rem darurat’ yang itu artinya kita terpaksa kembali menerapkan PSBB seperti pada masa awal pandemi dulu. Bukan lagi PSBB Transisi, tetapi kita harus melakukan PSBB sebagaimana masa awal dulu,” kata Anies.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Artinya perkantoran, pabrik, restoran, kafe, pusat perbelanjaan, dan sebagainya terpaksa ditutup lagi.

Bank Dunia dalam laporan Indonesia Economic Prospects edisi Juli 2020, dengan judul The Long Road to Recovery memperkirakan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi -2% pada 2020 jika resesi global ternyata lebih dalam dan pembatasan sosial (social distancing) domestik lebih ketat.

“Ekonomi Indonesia bisa saja memasuki resesi jika pembatasan sosial berlanjut pada kuartal III-2020 dan kuartal IV-2020 dan/atau resesi ekonomi dunia lebih parah dari perkiraan sebelumnya,” tulis laporan Bank Dunia.

Dengan demikian, Indonesia hampir pasti mengalami resesi di kuartal ini. Bahkan, produk domestik bruto (PDB) di kuartal IV juga berisiko terkontraksi jika PSBB total berlangsung hingga bulan depan. Maklum saja, kontribusi Jakarta terhadap pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional adalah yang tertinggi dibandingkan provinsi lainnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali mengingatkan risiko kontraksi ekonomi di kuartal III-2020.

“Kontraksi ekonomi Indonesia di tahun 2020 ini di kuartal kedua kemungkinan masih akan berlangsung, dari sisi kuartal ketiga meskipun suasana kuartal ketiga mungkin relatif lebih baik dari kuartal kedua tersebut,” ujarnya di Gedung DPR RI.

Sri Mulyani mengatakan kuartal III masih akan berada di zona negatif karena penyebaran Covid-19 masih terus meluas sehingga kebijakan pembatasan sosial kembali dilakukan.

Dengan kondisi ini, maka outlook ekonomi Indonesia di tahun ini pun direvisi ke bawah. Pertumbuhan ekonomi sebelum Covid-19 diprediksi bisa tumbuh 5,3% dan saat ini menjadi -1,1 sampai 0,2%.

Akibatnya, rupiah tentunya dibayangi sentimen negatif, sehingga ada risiko melemah ke depannya. Bahkan, disebut bisa saja menjadi Rp 17.000/US$ oleh Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, saat berbincang dengan CNBC indonesia.

“Kemungkinan besar bergerak di kisaran Rp 14.700/US$ sampai Rp 15.500/US$ karena ada kekecewaan pasar. Tapi bisa saja sampai Rp 17.000/US$ karena hiruk pikuk yang terjadi,” jelasnya.

news edited by Equityworld Futures Semarang

Equityworld Futures Semarang : Waduh! Pagi Ini Emas Ditekuk Dolar AS, Beli atau Jual Nih ?

Equityworld Futures Semarang – Harga emas bergerak ke selatan hari ini menyusul penguatan dolar AS. Kebangkitan indeks dolar dari level terendahnya dalam dua tahun menekan harga emas.

Selasa (8/9/2020) pada 09.00 WIB, harga emas dunia di pasar spot terkoreksi 0,15% ke level US$ 1.925,97/troy ons. Pada saat yang sama indeks dolar yang mengukur posisi greenback terhadap enam mata uang lain naik 0,48% ke 93,162.

Emas dan dolar AS bergerak berlawanan arah. Ketika dolar menguat terhadap mata uang lain, emas cenderung melemah. Maklum emas merupakan komoditas yang dibanderol dalam mata uang Negeri Paman Sam tersebut, sehingga penguatan dolar AS membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

“Dolar yang lebih tinggi membebani emas, sementara ketidakpastian jangka panjang masih bertahan di pasar menempatkan harga di bawah,” kata Carsten Menke, analis Julius Baer.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Menke mengatakan emas kemungkinan diperdagangkan sideways karena kekhawatiran resesi telah diperkirakan dan investor sekarang menunggu untuk melihat apa yang terjadi selanjutnya terkait kebijakan bank sentral, mengutip Reuters.

Bank sentral global telah memangkas suku bunga untuk mengatasi krisis akibat virus corona. Hal tersebut membuat harga emas naik lebih dari 27% tahun ini karena suku bunga yang lebih rendah menurunkan biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil. 

Investor sekarang fokus pada keputusan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) yang akan diumumkan pada hari Kamis.

“Kami tidak akan terkejut melihat emas memantul dari ujung bawah koridor ini dan naik lebih tinggi selama beberapa minggu ke depan, tetapi penurunan di bawah US$ 1.900 tidak dapat dikesampingkan jika ada peluang ekspektasi data ekonomi yang lebih kuat dari AS,” Commerzbank kata analis Eugen Weinberg, melansir Reuters.

“Impor emas India bulan lalu bagus dan pergerakan harga baru-baru ini tidak begitu banyak dimulai dan didukung oleh permintaan fisik untuk batangan dan koin tetapi dana yang diperdagangkan di bursa,” tambah Weinberg.

news edited by Equityworld Futures Semarang

Equityworld Futures Semarang : Rupiah Berpotensi Terus Menguat Didorong Sentimen Ekonomi AS

Equityworld Futures Semarang – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada awal pekan ini. Kekhawatiran pasar terhadap pemulihan ekonomi di Amerika Serikat mempengaruhi pergerakan rupiah hari ini.

Mengutip Bloomberg, Senin (21/9/2020), rupiah dibuka di angka 14.670 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di angka 14.735. Pada pukul 10.56 WIB, rupiah berada di 14.692 per dolar AS.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.670 per dolar AS hingga 14.715 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 5,96 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.723 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka 14.768 per dolar AS.

Nilai tukar (kurs) rupiah awal pekan ini berpotensi terus menguat seiring kekhawatiran pasar terhadap pemulihan ekonomi di Amerika Serikat.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Senin, mengatakan, hari ini ada potensi rupiah melanjutkan penguatannya terhadap dolar AS.

“Terlihat pagi ini, nilai tukar regional menguat terhadap dolar AS menyusul kekhawatiran pasar terhadap pemulihan ekonomi AS yang belum stabil dan negosiasi paket stimulus AS yang masih alot antar dua kubu di AS, Republik dan Demokrat,” ujar Ariston dikutip dari Antara, Senin (21/9/2020).

Menurut Ariston, dalam sepekan ini, pasar akan memperhatikan testimoni Gubernur The Fed di hadapan parlemen dan senat AS untuk mencari petunjuk baru.

news edited by Equityworld Futures Semarang

Equityworld Futures Semarang : ‘Combat of Giants’, Emas Tak Berkutik Dihajar Dolar AS

Equityworld Futures Semarang – Pergerakan harga logam mulia emas sejak mencapai level tertingginya sepanjang masa cenderung volatil seperti roller coaster. Pergerakan dolar AS masih menjadi pemicu utama volatilitas emas.

Jumat (4/9/2020), harga emas dunia di pasar spot menguat 0,3% ke US$ 1.937,1/troy ons pada 08.05 WIB. Pada perdagangan kemarin harga logam kuning itu tergelincir 0,63%.

Sejak 19 Agustus, harga emas belum bisa menembus level US$ 2.000/troy ons. Harga emas cenderung volatil dan sangat sensitif terhadap pergerakan indeks dolar yang mengukur posisi mata uang dolar AS terhadap enam mata uang lain.

Harga emas dan indeks dolar memiliki korelasi yang terbalik. Artinya, ketika dolar AS menguat, maka harga emas akan cenderung tertekan. Begitu juga sebaliknya. Maklum emas merupakan salah satu komoditas yang dibanderol dalam mata uang dolar AS.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Harga emas yang sudah tergolong tinggi menjadi semakin mahal ketika dolar AS menguat, terutama bagi pemegang mata uang lainnya. Hal ini bisa terlihat ketika indeks dolar ambrol ke level terendah dalam dua tahun, harga emas cenderung reli tak terbendung.

Di sisi lain, penurunan klaim pengangguran AS yang dilaporkan Kamis kemarin (3/9/2020) dan data manufaktur positif yang dilaporkan awal pekan ini juga turut menghambat kenaikan harga emas. Hal ini diungkapkan oleh David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures kepada Reuters.

Meski klaim pengangguran mingguan AS turun di bawah 1 juta minggu lalu untuk kedua kalinya sejak pandemi dimulai, tetapi hal ini tidak menandakan pemulihan yang kuat di pasar tenaga kerja mengingat penurunan tersebut sebagian besar mencerminkan perubahan dalam metodologi yang digunakan untuk mengatasi fluktuasi musiman pada data. 

Namun data manufaktur awal pekan ini meningkatkan optimisme tentang pemulihan ekonomi. Pesanan baru untuk barang-barang buatan AS meningkat lebih dari yang diharapkan pada bulan Juli, sementara data manufaktur AS menunjukkan aktivitas yang ekspansif mendekati level tertinggi dua tahun pada bulan Agustus. 

Mengacu pada data ISM, angka PMI manufaktur bulan lalu berada di 56 juga lebih baik dari posisi Juli di angka 54,2.

Selain itu, ADP mengumumkan bahwa slip gaji pekerja swasta di AS bertambah 428.000 pada Agustus. Angka ini masih jauh di bawah ekspektasi ekonom dalam polling Dow Jones sebelumnya yang berujung pada estimasi sebesar 1,17 juta.

news edited by Equityworld Futures Semarang

Equityworld Futures Semarang : Masih Mau Beli Emas? Hati-hati, Dolar AS Sedang Perkasa

Equityworld Futures Semarang – Harga emas menguat tipis pagi ini Kamis (3/9/2020) usai anjlok signifikan pada perdagangan kemarin akibat dolar AS yang rebound dari level terendahnya dalam dua tahun.

Pada 08.50 WIB, harga emas dunia di pasar spot mengalami apresiasi 0,15% ke US$ 1.945,6/troy ons. Di saat yang sama dolar AS juga sedikit terpeleset dengan koreksi 0,04%. Harga emas kemarin anjlok cukup dalam dengan koreksi 1,42% saat indeks dolar menguat 0,55%. 

“Faktor utama adalah dolar yang menguat. (Emas) bergerak berlawanan arah dengan dolar hari ini” kata Edward Meir, seorang analis dari ED&F Man Capital Markets, sebagaimana diwartakan Reuters.

Harga emas juga tertekan akibat rilis data ekonomi yang membaik. Mengacu pada data ISM, angka PMI manufaktur bulan lalu berada di 56 juga lebih baik dari posisi Juli di angka 54,2.

Data ketenagakerjaan AS yang tidak sesuai ekspektasi juga tak mampu menahan harga emas dari koreksinya kemarin. ADP mengumumkan bahwa slip gaji pekerja swasta di AS bertambah 428.000 pada Agustus, atau jauh di bawah ekspektasi ekonom dalam polling Dow Jones sebelumnya yang berujung pada estimasi sebesar 1,17 juta.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Adanya perbaikan dan harapan bahwa ekonomi secara perlahan bangkit membuat investor lebih berani mengambil risiko dan minat terhadap aset-aset safe haven seperti emas menjadi terpengaruh.

Prospek emas jangka panjang memang masih dinilai positif lantaran berbagai faktor mulai dari tensi geopolitik AS-China yang tinggi, risiko dari persaingan pemilu Trump vs Biden, hingga neraca bank sentral yang menggelembung akibat kebijakan pelonggaran kuantitatif (QE) untuk injeksi likuiditas di pasar dan menurunkan borrowing cost.

Namun bukan berarti prospek emas yang positif itu akan mendorong harga emas reli tanpa henti dan koreksi. Sebagai aset yang juga ditransaksikan di pasar sehari-hari baik di pasar spot maupun pasar berjangka (futures), pergerakan harga emas sangat ditentukan oleh banyak faktor.

news edited by Equityworld Futures Semarang

Dalam kondisi harga emas yang sudah tinggi seperti sekarang ini ada beberapa faktor yang menjadi ancaman besar bagi logam kuning tersebut dan dapat memicu harganya drop signifikan. Kuncinya adalah risk appetite para investor.